Indahpadawaktunya’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

WISATA TA`ARUF 2008

Wisata ta`aruf ke dt bandung dilaksanakan pada tanggal 6 s/d 7 september 2008, semua peserta berkumpul di dt jakarta jl cipaku pukul 7.30 WIB. Ini wisata ta`aruf yang kedua kalinya untuk aku, pertama kali itu tahun 2006 saat baru pertama kali mengenal yang namanya majelis sehati di di dt jakarta. Perasaan ku waktu itu tentunya berbeda dengan yang kedua kali ini, rasa penasaran dan senang akhirnya bisa berkunjung ke geger kalong menderu di hati terlebih lagi hampir semua anggota kelompok khodijah ( nama kelompok waktu masuk sehati 4) ikut serta, tidak terbayang rasa kebersamaan kami saat itu tapi kali ini juga aku mendapatkan teman baru selain teh tuti yang memang berteman dari jaman dahulu kala. Anggota yang ikut serta waktu itu sangat banyak kalau tidak salah sampai menyediakan 5 (lima) bus blue bird, tidak terbayang kan betapa sibuknya teh riri dan bang rico sebagai koordinator sehati saat itu. Namun wiasata ta`aruf kali ini tidak sebanyak dulu ya banyak perubahan memang tapi tidak mengurangi esensi dari kegiatan ini. Kami berangkat ke bandung dengan satu bus blue bird yang isinya akhwat semua, berhubung peserta ikhwan yang ikut hanya empat orang plus bang rico dan kang adi jadi hanya mengendarai kijang sekalian mengangkut barang. Sepanjang perjalanan teh riri menampilkan bakat entertainernya, beliau sangat ahli dalam memandu suatu acara apalagi ditambah dengan kuis-kuis yang sangat menarik dan dapat hadiah tas jinjing DT, tahu sendiri dong peserta akhwat klo ada hadiah tasnya langsung bersemangat. Peserta wisata ini hampir semua anggota sehati namun tidak ditutup kemungkinan peserta umum dan umum juga ikut. Oya ada sedukit persepsi yang salah diartikan oleh beberapa orang mengenai kegiatan ini, mereka berfikir bila mengikuti kegiatan ini maka mereka akan dipertemukan oleh lawan jenisnya dan di proses lebih lanjut. Mungkin karena kta-kata “ta`aruf” yang membuat salah kaprah, ta`aruf memang dalam arti bahasanya yaitu berkenalan dan dalam proses pernikahan dengan cara syariah memang diawali dengan ta`aruf mungkin informasi yang setengah inilah yang mereka dapatkan. Padahal ta`aruf tidak hanya dilakukan pada proses perkenalan dalam pernikahan namun ta`aruf juga dapat diartikan mengenal seseorang baik untuk berteman dan sebagainya. Begitu juga dalam kegiatan wisata ta`aruf ini, ta`aruf disini dimaksudkan agar mengenal lebih dekat dengan teman-teman yang setiap harinya bertemu dalam kajian yang diselenggarakan oleh DT jakarta khusunya Majelis Sehati.

Sampai di bandung masuk waktu dzuhur, kami langsung sholat di masjid da`aruttauhid yang terletak tidak jauh dari penginapan kami, kami menginap di da`arut jannah cottage. Penginapannya sangat nyaman, rumahnya yang bertingkat dan terbuat dari kayu beserta taman yang asri didepannya yang memisahkan rumah yang saling berhadapan menjadikan penginapan ini terlihat nyaman dan mirip di pedesaan. Unitnya tidak terlalu banyak satu lantai diisi tiga orang, tidak seperti waktu pertama kali kami mneginap di AA baru, rumahnya besar dan mempunyai beberapa kamar. Satu kamar bisa di isi 10 ( sepuluh) orang, tidak terbayangkan bagaimana antriannya kalau ingin kekamar mandi namun semua itu melatih kesabaran kami untuk mengerti orang lain. Kegiatan pertama diisi oleh AA deda adik dari AA gym di taman yang ada di da`arut jannah cottage itu, namun cuaca yang terik membuat mata kami silau maka AA deda menyarankan untuk pindah ke rumah beliau yang terletak di belakang cottage ini. Rumah yang mungil, sederhana dan sangat asri tidak mengurangi kehangatan dan keceriaan peserta saat itu, rumah mungil itu juga ternyata dapat menampung 62 orang peserta.

Aa dade memberikan materi mengenai bagaimana kita berperasangka baik terhadap Allah, semua itu haruslah dimulai dengan merubah cara pandang kita terhadap sesuatu hal. Bila kita hanya fokus terhadap masalah yang kita hadapi dalam hidup maka yang dihasilkan hanyalah keruwetan saja namun bila kita fokus dengan sikap kita terhadap masalah itu maka ada solusi dan ketengan yang didapatkan. Dalam hidup ini ada dua hal yang akan selalu kita hadapi yaitu potensi dan masalah, tegantung pilihan kita yang mana yang mau lebih digali. Aa deda juga memberikan solusi dalam menghadapi masalah hidup, ada dua cara yaitu dengan solusi jiwa dan raga. Untuk  solusi jiwa ada 5 kiat yaitu : siap menghadapi masalah, ridho menerima takdir yang tidak disukai, jangan mempersulit diri, evaluasi diri dan cukup Allah yang menjadi penolong. Lima kiat ini juga dapt diragakan dengan tangan jadi lebih mudah untuk menghafalkannya. lalu solusi raga ada 5 T yaitu …….. . Sungguh materi ini membuat kami menyadari selama ini banyak hal yang terlalu kami lebih-lebihkan tanpa menyadari maksud Allah. Setelah materi yang pertama selesai para peserta beristirahat dan akan dilanjutkan dengan materi berikutnya yaitu tahsin alquran sambil menunggu buka puasa. Acara malam hari diisi dengan sholat tarawih dan qiyamulail sesuai dengan jadwal daarut tauhid bandung. Ada beberapa peserta yang mengikuti qiyamullail yang bacaan surahnya satu jus setiap hari.

Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan acara terpisah antara ikhwan dan akhwat. Akhwat di muslimah center yang terletak tidak jauh dari jalan utama dan ikhwan di…… Untuk sesi pertama akan diisi oleh teh ninih namun sambil menunggu, bunda ana memberikan sambutan yang hangat, beliau memberikan motivasi untuk menghalau prasangka-prasangka orang kenapa telat menikah. Semua ada waktunya dan waktu itu pun akan tiba tanpa menggadaikan akidah qta, begitu katanya. Dilanjutkan dengan permainan yang sangat seru sehingga menimbulkan keharuan diantara para peserta, saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu disaat bunda ana menayakan umur dari yang termuda sampai yang tertua. Sahabat yang mempunyai umur lebih itu pun disuruh maju kedepan dan bunda ana bertanya bagaimana perasaannya dan bagaimana menghadapi pertanyaan orang lain mengenai pernikahan. Dengan haru biru sahabat itu menjawab tidak ada masalah mengenai hal itu, beliau tidak ambil pusing apa yang dikatakan orang yang penting mengisi penantian itu dengan hal-hal yang bermanfaat. Subhanallah kami pun ikut terharu biru mendengarnya, lalu apa yang harus dikhawatirkan akhwat dengan rezki yang dijamin ini? Bukankah ada yang lebih dikhawatirkan selain ini yaitu ketika kita tidak siap namun ajal harus menjemput.

Setelah intro yang diberikan bunda ana selesai, teh ninih datang dan memberikan materi tentang bagaimana kesiapan para akhwat dalam menghadapi takdir yang sesuai dengan keinginan dan takdir yang tidak sesuai dengan keinginan khususnya dalam masalah jodoh. Sakinah itu ternyata tidak hanya milik yang berkeluarga saja tapi juga dapat dimiliki oleh orang-orang yang masih sendiri. Jodoh merupakan rahasia Allah, hanya dengan berdoa kepada Allah lah tabir rahasia itu akan tersingkap. Agar terkabulnya doa ada tiga kiat (3T) yang harus dijalankan yaitu Tobat, Tinggalkan Maksiat Dan Tingkatkan Kualitas Taat. Materi ditutup dengan diberikannya beberapa akhwat bertanya dan berfoto bersama teh ninih.
Pukul 11.00 WIB kami siap-siap untuk check out dari cottage dan kembali kejakarta dengan bus. Kami diberikan kesempatan oleh panitia untuk membeli oleh-oleh makanan kecil di lembang. Perjalanan yang sangat melelahkan namun hati sangat senang dengan pembekalan hidup yang sangat berarti untuk mengisi penantian para akhwat yang entah kapan akan berganti menjadi penantian yang lain.

My Moment

Setiap momen yang terjadi dan akan terjadi dalam hidup ini selalu tepat pada waktunya. Sebelum momen itu terjadi selalu didahului dengan proses yang harus dilalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam menanti.Proses itupun seperti saat membuat kue, semua bahan baik telur, mentega, terigu dll dicampur menjadi satu dan di masukkan kedalam oven yang harus di set waktunya dan kue yang lezat itu matang tepat pada waktunya. Begitu juga proses momen dalam hidup ini, semua dilalui dengan berbagai pengalaman pahit, manis, enak dan tidak enak. Hingga pada akhirnya momen itu terasa indah pada waktunya.